Langsung ke konten utama

Mari Bercerita Pendakian

Andong sebagai Permulaan

Hai kawan postingan awal ini menjadi permulaan diriku berbagi cerita kekalian semua.. Let's start to Mari Bercerita ~ Happy Reading
 
Andong yang Wikipedia menyebutnya sebagai gunung  dikatakan para pendaki kawakan menjadi tujuan yang cocok untuk pendaki pemula. Saya yang belum pernah melakukan pendakian sebelumnya akhirnya menyasar gunung Andong sebagai tujuan perjalanan kami waktu itu. 

Perjalanan ini kami lakukan dipenghujung agustus yaitu tanggal 31 Agustus 2019. Kami melakukan pendakian dengan komposisi 3 cowok dan 3 cewek. Siapa sajakah mereka? akan aku perkenalkan mulai dari ciwi-ciwi dahulu ya, itu ada novi, cicil dan diriku, sedangkan komposisi cowok ada Mas Ridwan, Mas Rizal dan Mas Argi. Tiga Mas ini memulai keberangkatannya dari Kabupaten Batang dan menjemput kami ciwi-ciwi di tempat perantauan kami menuntut ilmu yaitu Kota Semarang. Kami berenam memulai perjalanan menuju Magelang, Jawa Tengah pukul 13.00 tengah hari dengan mengendarai sepeda motor. Estimasi perjalanan yang ditunjukkan Google Maps memakan waktu sekitar 3 jam untuk sampai Magelang. Ditengah perjalanan kami menyempatkan untuk membeli beberapa logistik sebagai perbekalan kami selama mendaki. Kami memilih Pasar Ngablak, Magelang untuk membeli beberapa bahan makanan. Akan tetapi karena kondisi yang sudah sore, keadaan pasar sudah sangat lengang hanya masih ada satu, dua orang penjual. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli bahan seadanya dan berpindah ke toko yang berada tepat di seberang Pasar Ngablak. Toko kelontong tersebut besar dan lengkap menjual berbagai keperluan yang kami butuhkan. Usai berbelanja kami melanjutkan perjalanan untuk sampai ke basecamp pendakian Gunung Andong. Perjalanan dari Pasar Ngablak untuk sampai ke pintu masuk basecamp sawit hanya berjarak 3,7km yaitu sekitar 10 menit perjalanan. 

Kami sampai di basecamp Sawit di Desa Pendem sekitar pukul 16.30. Sesampainya dibasecamp kami beristirahat dan memesan makanan. Jadi dibasecamp ini adalah rumah-rumah warga yang menyediakan tempat untuk beristirahat dan menjual makanan untuk para pendaki, serta terdapat lahan parkir yang cukup luas untuk memarkirkan kendaraan para pendaki. Istirahat sejenak, bercengkerama melepas lelah kami lakukan sekaligus menunggu adzan maghrib berkumandang. Kami bersepakat untuk memulai pendakian selepas maghrib untuk menunaikan kewajiban sholat terlebih dahulu. Oh iya ketika kita masih dalam kondisi safar kita bisa menjamak sholat kita ya, jadi disini kami menjamak sholat maghrib dan isya'. Setelah dirasa siap dengan menata ulang perlengkapan pendakian, akhirnya kami memutuskan untuk memulai pendakian. 

Sebelum melangkah ke track pendakian kalian diwajibkan untuk registrasi terlebih dahulu diPos registrasi. Waktu itu, kami adalah pendaki terakhir dimana tiket pendakian-pun hanya tersisa 5 tiket. Untungnya kami diperbolehkan untuk tetap melakukan pendakian 6 orang meskipun hanya dengan 5 tiket yang ada. Terimakasih bapak-bapak regis pada waktu itu :) :). Pukul 18.30 kami start tracking dengan jalur pendakian yang landai dan santai, sangat cocok untuk pendaki pemula seperti aku dan 2 sobatku. Sampai di gapura pendakian Gunung Andong kami tidak lupa mengabadikan momen tersebut. Dengan dipimpin doa oleh Mas Argi, kami memulai pendakian dimalam minggu SURO itu. Yup, kami semuapun baru sadar kalau kami melakukan pendakian bertepatan pada malam 1 suro. Tanpa ingin menerawang jauh dan membayangkan hal-hal yang tidak-tidak, kami memutuskan untuk mendaki pelan tapi pasti. Jalur dari basecamp untuk sampai Pos 1 kami disuguhkan dengan perkebunan sayur mayur warga setempat. Gunung Andong yang berada pada ketinggian 1726 Mdpl dapat ditempuh sekitar 2 jam dari pos 1 sampai mencapai puncak. Selama diperjalanan kami bertemu dan bertegur sapa dengan pendaki lain dan sesekali kami juga beristirahat sejenak. Malam itu, kami bertemu banyak pendaki lain yang juga berjalan berombongan. Benar saja sesampainya di Puncak Gunung Andong sudah banyak tenda para pendaki yang berdiri di sepanjang tepian gunung. Sekitar pukul 19.00 kami sampai di Puncak dan saat itu kami cukup sulit memilih tempat untuk mendirikan tenda, karena kondisi puncak yang ramai. Akhirnya kami menemukan lahan kosong yang cukup untuk mendirikan satu tenda. 


Kami disambut gemuruh angin puncak yang cukup membuat badan begidik kedinginan. Ketiga cowok mendirikan tenda dan tidak lama setelah tenda berhasil didirikan kami mulai berbenah meletakkan tas dan mengeluarkan beberapa perbekalan untuk mengganjal perut kami. Kami membuat teh, kopi panas untuk menetralisir hawa dingin yang mulai merasuk ke sela-sela pakaian. Kami menghabiskan malam dengan bercengkerama, bercanda dan bermain kartu dengan alunan musik dan angin malam Gunung Andong. Semakin larut malam ternyata angin bertiup semakin kencang, dan akhirnya sekitar pukul 24.30 kami semua memutuskan untuk beristirahat. Sekitar pukul 03.00 pagi kami dikejutkan dengan beberapa langkah pendaki dan suara angin yang bergemuruh dari luar tenda. Aku yang tadinya sudah terlelap berat ikut terbangun karena suara angin yang begitu terasa dan membuat suara gaduh ketika mengenai parasut tenda. Aku, Cicil dan Novi sama-sama terbangun ketika menyadari kalau patok sisi kanan tenda lepas. Mas Argi yang tidur didekat dapur mengetahui hal itu langsung keluar tenda dan mencoba memasang kembali. Badai dimalam hari itu membuat aku, cicil dan novi tidak bisa tidur nyenyak didalam tenda. Ada rasa khawatir dan pikiran-pikiran buruk yang menggelayuti, maklum kami baru pertama mendaki dan langsung mendapati kondisi semacam ini. Berbeda dengan Mas Ridwan dan Mas Rizal yang tetap tertidur pulas meskipun kondisi diluar yang menegangkan. Sampai akhirnya aku, cicil dan novi memutuskan untuk tidur kembali karena rasa ngantuk yang mulai datang kembali. 

Paginya, sekitar jam 05.00 kami tersadar dan berniat untuk keluar tenda melihat sunrise Gunung Andong. Akan tetapi, kencangnya angin membuat debu bertebangan dan menghalangi pandangan sehingga mengurungkan niat kami untuk keluar tenda. Pukul 07.00 ketika angin mulai bersahabat dan matahari telah berada pada garis edarnya kami keluar tenda. Kami menikmati pagi cerah di Gunung Andong dengan mengabadikan momen indah. Tidak lupa dengan ditemani kopi hangat kami menyesapi jengkal demi jengkal pemandangan yang luar biasa terbentang didepan sana. Terlihat beberapa pegunungan berjejeran yang menjadi view dari puncak Andong diantaranya dari arah Barat terlihat Gunung sindoro, sumbing, prau dan dari arah Timur akan terlihat gunung Merapi, Merbabu dan Lawu. 



Setelah puas menikmati pemandangan, kami bersiap membuat sarapan. Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 10.00 dan kami bersiap packing, bongkar tenda dan turun gunung. Itulah sejengkal cerita pendakian Gunung Andong yang pastinya akan terkenang selalu diingatan. 

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa memberikan informasi untuk kalian yang ingin melakukan pendakian. Jangan lupa bawa kembali sampahmu kawan. 

Dibawah ini ada cuplikan keseruan kami selama pendakian, selamat menonton Enjoyy!!!!


Komentar